SIRAH NABAWIYAH, BAGIAN 3. Migrasinya 'Amr bin Amir dari Yaman

 Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu'alaikum Sahabat-sahabat semua, tidak terasa kita sekarang akan memasuki kisah tentang Peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW,

Pada pembahasan sebelum kita telah membahas tentang Sejarah Bangsa Arab, Cak Iwa Berharap Sahabat-sahabat semua membaca terlebih dahulu artikel-artikel sebelumnya agar lebih mudah memahami alur kisah-kisah yang akan Cak Iwa Kisahkan selanjutnya.

Sejarah besar ini akan Kita mulai dengan migrasinya 'Amr bin Amir keluar dari negeri Yaman. Sebagaimana yang dituturkan Abu Yazid Al-Anshari kepada saya adalah bahwa dia melihat tikus besar membuat lubang di bendungan Ma'rib di mana mereka biasanya menyimpan air lalu mereka alirkan sesuai dengan apa yang mereka kehendaki dari tanah yang mereka miliki. Dia pun sangat memahami bahwa bendungan tidak akan lestari dalam kondisi tersebut. Sehingga dia bertekad untuk segera pergi dari Yaman. Maka dia pun bergerak cepat mengecoh kaumnya. Kemudian setelah itu ia menasihati pada anak bungsunya agar jika dia berlaku keras padanya dan menamparnya maka hendaknya dia melawannya dan menampar balik dirinya. Maka anaknya itu melakukan apa yang dia perintahkan. Maka 'Amr berkata di tengah-tengah kaumnya: "Aku tidak akan diam di sebuah negeri di mana anak bungsuku telah menampar wajahku." Kemudian Amr menawarkan harta yang dimilikinya untuk dijual. Maka orang-orang terhormat dan kaya orang Yaman berkata: "Gunakan kesempatan marahnya Amr!" Maka mereka pun membeli harta milik Amr.

Bersama dengan anak dan cucunya dia pindah. Maka orang-orang Azd berkata: Kami tidak akan diam di sini tanpa Amr! Dan mereka pun menjual barang-barangnya dan pergi keluar bersamanya hingga akhirnya dia singgah di negeri Akk setelah melintas beberapa tempat dengan tujuan untuk mendapatkan tempat tinggal.  

Namun kabilah Akk memerangi mereka dan terjadilah kalah menang antara keduanya dalam peperangan yang berlangsung. Dalam hal inilah Abbas bin Mirdas mengatakannya –dalam syair- yang telah kami tulis sebelum ini. Kemudian Amir dan rombongannya pergi meninggalkan kabilah Akk dengan terpencar- pencar di berbagai negeri. Keluarga Jafnah bin Amr bin Amr menetap di Syam, Al-Aws dan Khazraj menetap di Yatsrib (Madinah), Khuza'ah menetap Marra, Azd menetap di As-Sarah, sementara Azd Amman menetap di Oman. Setelah itu Allah mengirimkan banjir bandang ke bendungan itu dan menghancurkannya. 

Dalam hal ini Allah Yang Maha tinggi telah mengabarkan pada Nabi-Nya dalam Al- Quran: Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan):

"Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun." Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon- pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. (QS. Saba': 15-16)

Ibnu Hisyam berkata: Disebutkan bahwa Afsha bin Du'mi bin Jadilah. Sedangkan Asya adalah Maimun bin Qays bin Jandal bin Syarahbil bin Auf bin Sa'ad bin Dhubai'ah bin Qays bin Tsa'labah menulis bait syair berikut: 

Pada yang demikian ada teladan bagi yang mau meneladani 
Banjir bandang telah menghancurkan Ma'rib Yang dibangun orang-orang Himyar
Agar kokoh saat banjir datang menerjang
Yang menyiangi tanaman dan anggur-anggurnya
Di tempat luas tatkala mereka membagi hasilnya Kini mereka mereka tak berdaya  
Tuk hanya memberikan minum pada anak-anak yang baru disapih

 Ini adalah bait syair yang pernah dia tulis kan. Sementara itu Umayyah bin Abi Shalt al-Tsaqafi —nama Tsaqif dalah Qasy bin Munabbih bin Bakr bin Hawazin bin Manshur bin Ikrimah bin Khashfah bin Qais bin Aylan bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan dia menulis: 

Dari Saba' orang-orang tinggal di Ma'rib  
Mereka membangun bendungan untuk mela- wan banjir yang ganas            

Ini adalah syair Umayyah bin Shalt. Na-mun ada pula yang mengatakan bahwa syair di atas adalah karya milik An-Nabighah al-Ja'di yang namanya adalah Qays bin Abdul-lah salah seorang anak keturunan Ja'dah bin Ka’ab bin ‘Amir bin Sha’sha’ah bin Mu'awiyah bin Bakr bin Hawazin. Masalah ini adalah masalah yang panjang yang saya cukupkan sampai di sini saja untuk mempersingkat bahasan sesuai dengan alasan yang saya pernah kemukakan.

Demikianlah kisah Migrasinya 'Amr bin Amir dari Yaman, Kemudian selanjutnya kita akan mengisahkan tentang Rabi'ah bin Nashr Raja Yaman dan Kisah Syiq dan Satih si Dukun

Sumber : SIRAH NABAWIYAH-IBNU ISHAQ SYARAH & TAHQIQ IBNU HISYAM - Takhrij Hadist Al-Alamah Asy-Syaikh Al-Muhaddist Muhammad Nashiruddin Al-Albani

 

Komentar